Berita Tiyuh

Menelusuri Sejarah Lengkap Berdirinya Kabupaten Tulang Bawang Barat

Marga Kencana - Dalam upaya memperluas wawasan sejarah lokal dan menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah sendiri, Pemerintah Tiyuh Marga Kencana menghadirkan rangkuman sejarah lengkap mengenai berdirinya Kabupaten Tulang Bawang Barat, salah satu daerah otonomi baru di Provinsi Lampung yang kini berkembang pesat.

Kabupaten Tulang Bawang Barat (TUBABA) dibentuk melalui UU Nomor 50 Tahun 2008 tanggal 26 November 2008, tentang Pembentukan Kabupaten Tulang Bawang Barat di Provinsi Lampung, dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI pada tanggal 3 April 2009 di Jakarta.

Berbagai langkah yang telah dilakukan dalam rangka pembentukan Kabupaten Tulang Bawang Barat akhirnya, berbuah hasil dengan disahkannya UU Pembentukan Kabupaten Tubaba, serta diresmikannya Kabupaten Tulang Bawang oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI, tanggal 3 April 2009 yang berlangsung di Gedung Depdagri Jakarta bersamaan dengan pelantikan Penjabat Bupati Tulang Bawang Barat, yang pertama, yaitu Syaifullah Sesunan, S.H., M.H.

Kabupaten Tulang Bawang Barat dibentuk berdasarkan UU Nomor 50 tahun 2008, tentang Pembentukan Kabupaten Tulang Bawang Barat di Provinsi Lampung, dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI pada tanggal 3 April 2009.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Nomor 8 Tahun 2012, hari jadi Kabupaten Tulang Bawang Barat ditetapkan tanggal 3 April 2009.

Motto Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah: “Ragem Sai Mangi Wawai” yang artinya “Kebersamaan Menuju Keberhasilan”, serta Logo lambang Daerah Kabupaten Tubaba tercantum dalam Perda Kabupaten Tubaba Nomor 3 Tahun 2011.

Logo tersebut mempunyai gambar dan arti sebagai berikut:

  1. Logo Lambang Daerah berbentuk Perisai Bersegi Lima, menggambarkan bahwa masyarakat Tubaba sanggup mempertahankan cita-cita bangsa Indonesia, dan melanjutkan pembangunan serta memajukan daerah berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  2. Mata Payan di atas payung beserta tangkainya adalah senjata tradisional masyarakat Tulang Bawang Barat, yang senantiasa siap mempertahankan daerah dan masyarakatnya.
  3. Payung berwarna putih melambangkan masyarakat Tulang Bawang Barat, yang memiliki hati yang suci dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam payung di atas rumbai terdapat 3 (tiga) warna garis putih, kuning dan merah dengan pembatas 4 (empat) garis, terdapat 20 (dua puluh) buah rumbai dan berjari-jari 9 (Sembilan) buah, menggambarkan bahwa Kabupaten Tulang Bawang Barat diresmikan pada tanggal 3 April 2009;
  4. Siger Lampung, berwarna emas merupakan pakaian kebesaran masyarakat adat Lampung.
  5. Rantai bersambung 4 (empat), berwarna putih melambangkan Kabupaten Tubaba merupakan bagaian dari 4 (empat) marga yang tidak dapat dipisahkan oleh situasi apapun.
  6. Talow adalah instrument induk dari semua tetabuhan adat, yang dibunyikan pada saat masyarakat Lampung begawi, mengartikan masyarakat Tubaba berada dalam satu kesatuan walau banyak instrument yang mengeluarkan bunyi-bunyian, tetapi akan terangkum dalam musyawarah dan mufakat untuk tujuan bersama.
  7. Rangkaian 45 butir padi,17 polong kapas dan tali simpul 8, mempunyai makna kebersamaan yang utuh untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera baik lahir maupun batin, serta makmur berkeadilan dalam wadah Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UU Dasar 1945;
  8. Pepadun berwarna emas adalah singgasana kerajaan dalam adat Lampung, menunjukkan bahwa masyarakat Lampung Pepadun, mempunyai cita-cita yang luhur untuk mencapai keberhasilan khususnya dalam kancah Adat, yang selalu digambarkan dalam Piil Pasenggiri, Bejuluk Beadek, Nengah Nyappur, Nemui Nyimah, dan Sakai Sambayan;
  9. Tulisan aksara Lampung yang berbunyi Ragem Sai Mangi Wawai, bermakna “Kebersamaan Menuju Keberhasilan”.
  10. Air dengan 11 (sebelas) garis menunjukkan Kabupaten TuBaBa mempunyai cikal bakal dari 11 (sebelas) tiyuh. Pada masa lalu transportasi yang digunakan oleh masyarakat adalah melalui sungai yaitu Way Rarem, Way Tulang Bawang, Way Kiri, Sungai Tulang Bawang.

Melalui berita ini, Pemerintah Tiyuh Marga Kencana berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih mengenal sejarah dan proses berdirinya kabupaten ini. Pemahaman sejarah lokal akan membentuk rasa bangga dan tanggung jawab dalam membangun daerah ke arah yang lebih maju, mandiri, dan berbudaya.

Copyright © Diskominfo Tulang Bawang Barat

Beri Komentar

CAPTCHA Image